Judul di atas sangat erat hubungannya dengan postingan kemarin, tentang Gagalnya Ujian Praktik perdana Mapel IPA. (Saya ulang sedikit) Suara riuh anak-anak kelas IX 9 belum bisa aku redakan, ditambah lagi bunyi sirine mobil yang bertubi-tubi. Trnyata hadir di sekolah kami seorang tamu Agung, sesepunh yang sangat dikagumi oleh masyarakat Kudus dan sekitarnya, yaitu Romo KH. Sya'roni Ahmadi Al Hafidz. Aku pun sangat bahagia dan rasa sedikit kesal dengan siswa-siswiku pun hilang. Mengingat beliau adalah tokoh teladan dan idola bagiku, di mana setiap Rabu Malam Kamis aku dan suami (Ali Hasan Taufiqurrohman) rutin hadir dalam majlis yang belia pimpin. Siapapun kalo bertemu dengan idolanya pasti seneng,, saya yakin anda juga begitu.. ^_^
Yai Sya'roni (begitu sapaan akrab beliau) datang bersama sesepuh di madrasah kami, yaitu KH Moh Sa'id Ahyadi (Pengasuh PP. Nurul Hidayah Ngemplak Mijen). Istri dari Yai Sa'id inilah yang merupakan Guru Spiritualku (Ibu Hj. Nyai Zumrotun Al Hafidzah). Mereka semua adalah orang-orang yang sangat aku ta'dzimi. Berada dalam satu majlis bersama mereka adalah suatu rahmat, kebaikan yang tiada tara aku rasakan. karena setiap tutur kata beliau-beliau adalah hikmah bahkan mutiara... Subhanallah..
Hari itu, adalah hari peletakan batu pertama bangunan baru MA Miftahul Huda. Kedatangan beliau memang dimohon untuk mendo'akan agar bangunan baru membawa banyak manfaat (berkah) bagi semua. Momen tersebut juga bertepatan dengan anak-anak MA yang dalam waktu dekat akan menghadapi Ujian Nasional (UN). Jadi, selain berdo'a untuk bangunan baru acara mujahadah untuk kelancaran siswa siswi dalam UN juga dilaksanakan. Mujahadah dan do'a diikuti oleh siswa/i baik MTs maupun MA Mifda. Mujahadah berjalan khusyu' meski kami ada di bawah terik matahari.
MAU'IDZOH KHASANAH
Seuasai mujahadah bersama, maka Yai Sya'roni memberikan sedikit mauidzoh. Isi dari mau'idzoh sangat singkat padat dan jelas namun tetap diselingi candaan khas simbah yai. Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan sedikit ulasan dari Al Qur'an Surat At Taubah: 122
Yai Sya'roni (begitu sapaan akrab beliau) datang bersama sesepuh di madrasah kami, yaitu KH Moh Sa'id Ahyadi (Pengasuh PP. Nurul Hidayah Ngemplak Mijen). Istri dari Yai Sa'id inilah yang merupakan Guru Spiritualku (Ibu Hj. Nyai Zumrotun Al Hafidzah). Mereka semua adalah orang-orang yang sangat aku ta'dzimi. Berada dalam satu majlis bersama mereka adalah suatu rahmat, kebaikan yang tiada tara aku rasakan. karena setiap tutur kata beliau-beliau adalah hikmah bahkan mutiara... Subhanallah..
Hari itu, adalah hari peletakan batu pertama bangunan baru MA Miftahul Huda. Kedatangan beliau memang dimohon untuk mendo'akan agar bangunan baru membawa banyak manfaat (berkah) bagi semua. Momen tersebut juga bertepatan dengan anak-anak MA yang dalam waktu dekat akan menghadapi Ujian Nasional (UN). Jadi, selain berdo'a untuk bangunan baru acara mujahadah untuk kelancaran siswa siswi dalam UN juga dilaksanakan. Mujahadah dan do'a diikuti oleh siswa/i baik MTs maupun MA Mifda. Mujahadah berjalan khusyu' meski kami ada di bawah terik matahari.
MAU'IDZOH KHASANAH
Seuasai mujahadah bersama, maka Yai Sya'roni memberikan sedikit mauidzoh. Isi dari mau'idzoh sangat singkat padat dan jelas namun tetap diselingi candaan khas simbah yai. Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan sedikit ulasan dari Al Qur'an Surat At Taubah: 122
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
Artinya:
Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya."
Dengan ayat tersebut simbah yai memberi motivasi kepada siswa-siswi agar bersemanagt dalam belajar dan memanfaatkan waktu muda dengan sebaik-baiknya. "dadi wong iku kudu alim lan aqil, alim lan ndakik" itu pesan beliau yang artinya, jadilah pribadi yang 'Alim (pandai dalam ilmu agama) dan 'Aqil (memiliki akal yang cerdik). Dua sifat tersebut harus kita miliki. jika hanya salah satunya maka hidup kita tidak akan seimbang. Jika Alim saja akan mudah dibohongi dan ditipi. Begitupun jika hanya 'Aqil, maka akan seperti Abu Nawas. Beliaupun sedikit bercerita tentang keanehan Abu Nawas. Gelagag tawa majlis itupun sesekali terdengar.
Setelah mau'idzoh dirasa cukup, maka ditutuplah dengan do'a bersama yang langsung dipimpin oleh beliau. Do'a berlangsung dengan khusyu'. Semoga siswa-siswi sekalian terkabul Hajatnya. Lulus dengan nilai yang bagus. Amin..
Tulisan Berikut Juga Menarik Untuk Dibaca
Diary
- Curiculum Vitae
- What Is The Ainimalia Fluorescence
- Mengukir Karya Besar Melalui Kesendirian
- Akankah Berujung Bahagia?
- Ujian Praktek IPA Perdana Yang Gagal& Kejadian2 Gokilnya
- Cita Rasa Syurga Edisi 1
- Renungan 01: Alhamdulillah........ telah Kau Bahagiakanku.......
- Diary: Nasehat Suami, Buat Jadwal On Line
- Aku Makin Elok Hari Ini
Miftahul Huda
- Miftahul Huda Corner
- Ujian Praktek IPA Perdana Yang Gagal& Kejadian2 Gokilnya
- Jadwal Lengkap UN 2011
- UAMBN 2011 Mts Miftahul Huda Jleper
- Nilai Try Out Kelas IX C MTs Miftahul Huda Mijen Demak
- Nilai Try Out Kelas IX B MTs Miftahul Huda Mijen Demak
- Nilai Try Out Kelas IX A MTs Miftahul Huda Mijen Demak
- Try Out IPA 2011 MTs Miftahul Huda Mijen Demak
- Try Out UN IPA 2011 Mts Miftahul Huda Jleper Mijen Demak
1 komentar:
Suasananya cukup khidmat ketika itu. janagn bosen2 posting tentang MTs Mifda Bu. kami bisanya komen blm bisa posting seperti ini.. :D
Posting Komentar
Terimakasih sudah membaca. Jangan Lupa Kasih Komentar ya...dengan santun dan bijak tentunya.....^_^